Monday, 16 April 2018

WORK CAMP

WORK CAMP, SAAT-SAAT YANG PALING SAYA RINDUKAN

Kebiasaan pekerjaan atau ngantor yang telah nyaris setahun saya lakoni ini nyatanya begitu sangat menjemukan. Oleh karenanya saya nge-blog disela-sela jam kantor yang repot atau merelakan weekend untuk kopdar atau berjalan-jalan dengan rekan-rekan blogger yang beda untuk sekedar bercengkrama melepas capek. Aktivitas monoton keseharian yang cuma itu-itu saja saya akui memanglah buat tingkat stress saya malah jadi bertambah. Saya terasa terisolasi, tidak dapat bersosialisasi, terasa jemu, capek, tidak produktif serta begitu melelahkan. Walau sebenarnya load pekerjaan saya di kantor tidaklah terlalu banyak.

Saya menginginkan bebas serta terlepas nikmati ketidaksamaan serta beberapa kejutan yang di tawarkan tiap-tiap berkelana ke tempat yang baru serta bercengkrama dengan orang asing. Kebebasan yang dahulu begitu saya nikmati. Selama th. 2014 serta awal th. 2015. Ada apa di bebrapa th. itu? Penasaran ceritanya, yuk baca selalu hingga akhir!

Dari mulai awal ya, mulai sejak semester 2 awal-awal jadi mahasiswa saya memanglah aktif menjajali beragam aktivitas di universitas mulai dari bergabagai seminar, teater, English club hingga group gabungan nada saya ikuti. Tetapi tak ada yang bertahan lama. Mengapa? Ada argumen sendiri yang rasa-rasanya tidak etis apabila di sampaikan disini. Baiklah, lanjut narasi saja. Singkat narasi dari satu diantara seminar yang saya ikuti saya lalu mengetahui satu organisasi IVS (International Voluntary Service) yang memiliki program-program begitu menarik. Program mereka berbagai macam, topik yang mereka angkat juga begitu bermacam mulai dari problem lingkungan, pendidikan, kebudayaan sampai bebrapa gosip menarik yang lain seperti anak jalanan serta anak yang tinggal di lingkungan prostitusi. Program mereka bukan sekedar berada di Indonesia saja, mereka juga memiliki hubungan kerja dengan organisasi sama yang menyebar di semua dunia.


Karna ketertarikan saya dengan program-program mereka pada akhirnya saya putuskan untuk gabung dengan organisasi itu. Terdapat banyak training yang perlu saya ikuti untuk berperan serta aktif dalam organisasi itu. Pada pertama kalinya gabung ada training for new anggota. Dari situ saya diperkenalkan lebih dalam sekali lagi tentang seluk-beluk dunia IVS, apa yang dikerjakan oleh IVS, histori IVS serta materi-materi beda yang tujuannya yaitu untuk menyamai persepsi kita mengenai IVS tersebut.

Training ini berada di Semarang serta dikerjakan sepanjang dua hari. Untuk hari pertama lebih difokuskan untuk perjumpaan serta meteri. Diakhir session beberapa peserta dibagi menjai kelompok-kelompok untuk mengkoordinir campaign dengan beberapa topik spesifik. Grup saya memperoleh topik lingkungan. Kita ditantang untuk mengkonsep satu acara sosialisasi di keramaian car free day kota Semarang cuma kurun waktu satu malam saja. Demikianlah, tidak ada yang tidak mungkin saja bila kita bekerja bersama dalam grup. Esok harinya beberapa peserta betul-betul diterjunkan segera untuk mewujudkan bebrapa inspirasi kreatif yang mereka rancang semalam jemu. Akhirnya? Tanggapan orang-orang yang positif dong pastinya meskipun terdapat banyak yang cuek bebek. hehehe
Disqus Comments